Hidupku bagaikan tinta
Mengalir deras mengikuti irama
Tangan ketetapan garis takdirmu
Mencari arti mimpi yang hakiki
Menggores setiap langkah demi langkah
Kadang hitam
Kadang kelam
Kadang kelabu
Begitulah aku tersesat dalam menuju pangkuan-Mu
Engkau pujangga sejati
Engkau penyair hakiki
ajarilah aku dalam bahasa firman-Mu
Agar aku dapat mengalir dalam warna yang biru
Yang melambangkan keteduhan kalbu
Dalam mencari ridha-Mu
Dalam pena-Mu













19 komentar:
kunjungi.. warna-tulisan.blogspot.com
:D
setiap tinta yang tergores tak dapat terapus namun teras perih ketika kita mencoba untuk mengikisnya
namun ketika tinta itu habis hilang dan sirnalah semua.
semua terasa indah sahat kita menhiasi gresan tiap-tiap tinta yang keluar namun lambat laun hanya akan menghadirkan kenangan.
cinta sejati hanya milik-Nya
Aku adalah warna yang melukis dunia dengan namaNya
Aku adalah gema yang memanggil rasa dengan cintaNya
Aku adalah bayangan, dari Dia Sang Maha Cahaya
bagus banget puisinya mas, kunjungi blog saya kalau berkenan ya :)
http://cerminpuisi.blogspot.com
Aduh.. bingung mau koment apa, kata-katanya terlalu indah dan saya pun sangat tidak pintar membaca makna puisi :D
amin... :)
anak kata yang slalu mengingatkan akan keAgungan Sang Khalik dan aku sadar bahwa aku masih menjadi debu dijalanNya
Puisi yang Indah sob
uh.. dalem banget maknanya... salut!
Semoga kita terus dilimpahai rahmat dan hidayah-Nya :)
bagus banget puisinya sobat tentang pengharapan ridho-Nya ..
mmm..puisi yg bagus nih..
Salam..hehee
Speechless...
ga tahu mau cimment apa, kata"nya dalem banget di tiap baitnya. two thumbs up deh pokoknya.:))
puisinya dapet bngt nih...:))
http://www.facebook.com/GudangFashionPria
indaaahh.. selalu ada kata dan kalimat indah ketika kita melukiskan tentang Maha Besar nya sanga Maha Pemilik Segalanya.. :)
like it...
jangan lupa lihat puisi q juga ya....
http://gudang-jaya.blogspot.com/2011/10/sunyi.html
asli buatanq lo....
teman, sungguh ini puisi yang menyentuh
http://puisi-pusi-bebas.blogspot.com/search/label/PUISI%20Karyaku
tinta?
apa yang terjadi jika penyair kehilangan tinta?
apakah bumi kan menjadi hampa?
atau
Post a Comment