Realita itu memang pahit
Dimanakah aku harus melangkah lagi
Kegelapan adalah kekosongan
Kemiskinan yang mengendap dibumi
Disanalah tempatku berlabuh
Berkumpul dipadang maqshar
Sebuah tempat reuni
Dan kita bertemu kelak,
Janganlah hukum dipermainkan dibumi ini
Adalah cermin...
itu tipu daya....
Friday, December 30, 2011
Realita Hidup
Wednesday, December 28, 2011
Jika Duka Datang
Jika duka itu datang Mencekam jiwaku
Oh...Juwitaku!.
Bawalah aku ke angkasa sunyi
Agar aku senantiasa tentram dalam keadaan
Tetapi....Seandainya kau datang menjelajahi sukmaku
Oh kekasih.....!!! Tekanlah aku ke pusat bayanganmu
Agar aku senantiasa kelap dalam keadaan
Monday, November 14, 2011
Dalam diam
Aku diam dalam sejuta pikiran
menerawang jauh
Entah apa yang sedang aku pikirkan
Aku sendiri tidak tahu
Yang pasti,pikiranku sedang tak menentu
Oh,akankah ini terus begini
Terus tak menentu
Aku sendiri tak mengerti
Sebab apa yang harus ku perbuat
Hanya diam yang dapat ku perbuat
Wednesday, July 27, 2011
Tinta dalam pena-Mu
Hidupku bagaikan tinta
Mengalir deras mengikuti irama
Tangan ketetapan garis takdirmu
Mencari arti mimpi yang hakiki
Menggores setiap langkah demi langkah
Kadang hitam
Kadang kelam
Kadang kelabu
Begitulah aku tersesat dalam menuju pangkuan-Mu
Engkau pujangga sejati
Engkau penyair hakiki
ajarilah aku dalam bahasa firman-Mu
Agar aku dapat mengalir dalam warna yang biru
Yang melambangkan keteduhan kalbu
Dalam mencari ridha-Mu
Dalam pena-Mu
Monday, December 13, 2010
DITAMAN ITU CINTA KITA KIAN BERSEMI
Dinda, Masih ingatkah kau. Dikala kita berjalan menyusuri taman bunga nan indah.
Kita bergandengan, berpegangan tangan.
Erat sekali
Kau begitu mesra memintaku memetik setangkai mawar
Kupetik lalu kuselipkan ditelingamu Sambil kubisikan Kata, aku semakin cinta padamu.
Tuesday, September 21, 2010
Bila tiba waktunya
Bila tiba waktunya
Biarlah kabut turun menutup hatiku
Dan, Biarlah duniaku hilang
Agar tak kutemui lagi
Semua terserah padamu
Tak perlu airmata itu
Aku rela kehilangan hidup
Hilang akibat dosa
Tapi aku tak gentar
Pada waktu yang telah kau tentukan
Jiwaku datang merindukan
Kasih dambaanku seorang
Untuk hadir dalam matiku...
Tuesday, April 13, 2010
Enam puluh lima tahun
Enam puluh lima tahun....
Telah berlalu
Kita bebas dari belenggu penjajahan
Tiada lagi hari hari penuh ketakutan
Dari dentumnya mesiu
Dari menggelegarnya meriam
Dari di diburu buru....
Enam puluh lima tahun...
Kini sudah,
Kita telah merdeka
Dari yang namanya penjajahan
Kini kita harus bekerja
Bekerja dan bekerja
Apa yang kita bisa
Itulah yang kita perbuat
Ijazah yang kita punya
Sebagai bukti anak sekolah
Ya,kita memang anak sekolah...
Tetapi bukan pemakan bangku sekolah
Seperti rayap,yang kerjanya hanya menggerogoti ijazah
Tetapi kita bukanlah rayap
Namun kita juga suka menggerogot
Menggerogot apa,jangan bertanya padaku
Lalu pada siapa,
Tanyalah pada hati
Enam puluh lima tahun...
Enam puluh lima tahun...
Enam puluh lima tahun...
Aku ingin bertanya padamu,
Dimanakah tempatnya rayap itu!
Tuesday, April 6, 2010
Mutiara malam dijalan raya
Kala matahari tenggelam
Gelap mulai mengelilingi bumi
Diantara jalan jalan raya
Mutiara pasang aksi bersama malam
Di jantung perkotaan
Kala pancaran mutiara yang kemilau
Ada diantara jalan jalan raya
Orang banyak sering diam sejenak
Dimalam hari
Di jantung perkotaan
Kadang dalam hati timbul iba
Antara tanya,
Mengapa dia ada diantara jalan jalan raya
Kenapa ia menempuh jalan pintas
Dijantung perkotaan
Doaku pada Tuhan
Semoga mutiara selalu selamat
Pada kembalinya disetiap senja
Yang hampir kelam
Tuesday, March 30, 2010
Keinginan dan harapan
Keinginan itu laksana sebuah samudra
Yang tanpa tepi
Manusia hanya bisa berusaha
Karna kepunyaan insan yang mulia
Hanya harapan
Namun tak semua harapan
Akan berbuah kenyataan
Friday, March 26, 2010
Di pantai kute kota bali
Deburan ombak menerjang tepi pantai
Menghantam batu batu karang Menyapu pasir-pasir putih
Dipantai kute bali
Aku bersama Putu Diah Aryani berlari kencang
Saling kejar-kejaran
Menikmati dan merayakan indahnya pantai kute
Angin laut menghembus, membelai rambutnya yang panjang terurai
Menampakan wajah asli seorang kota bali
Dipantai kute kota bali
Aku mengenal Putu Diah Aryani.
Thursday, March 25, 2010
Balada wanita penjaja cinta
Pernahkah kau renungkan
Begitu hitamnya hidupmu
Aku tak pernah rela
Kau ada disudut sana
Pernahkah kau bayangkan
Begitu kelamnya hidupmu
Aku tak pernah rela
Kau ada disudut sana
Kau tak pernah memahami
Kau tak pernah tau hati ini
Ingin kubawa dirimu tanpa penyesalan
Tanpa keterpaksaan
Menghapus hitamnya hidupmu
Monday, March 22, 2010
Bukan kata kata
Guna apa kita banyak bicara?
Apa gunanya kita selalu mengumbar kata kata!
Kalau hanya suara semu
Kepalsuan bukannya jaman
Kepalsuan adalah kelicikan manusia
Yang pandai bicara
Yang selalu mendongeng
Yang selalu gembar gembor tentang program
Demi orang banyak katanya
Katanya,yah katanya!
Aku jenuh dengan kata katanya
Sebab kenyataan bukan kata kata
Meniti sepi
Sunyi berkecamuk
Sukma lepas terasa
Lambaian bayang sukar di halau
Membuat berdiri bulu kuduk
Lagi,....malam datang
Diantar bunyi satwa liar
Ujung kota bilangan barat jakarta
Menemani hati tertoreh pisau tajam
Gemerisik riuh
Suara daun bambu
Salìng susul menyusul
Riuhnya pucuk pucuk cemara di desa ini
Angin sepoi mendayu
Merambat jemari hingga lengan tangan
Hanya ada selimut abadi
Embun malam menjelang pagi
Aku meniti sepi....
Friday, January 29, 2010
Mencari jati diri yang hilang
Aku berdiri terpaku
pandanganku kosong menerawang kemanakah arahku
Aku bingung
Sebab langkahku yang tak pasti
Aku mencari jati diriku yang telah hilang
Hilang karna sebab cinta yang semu
Aku mencari....
Mencari...
Dan selalu mencari
Walaupun sudah terasa jenuh
Mencari jati diri yang telah hilang
Hilang karna buaian cinta yang palsu
Wednesday, January 27, 2010
KEMANA ARAHKU
Kebahagianku.... Hingga kini tak pernah ada hilang ditelan salju
Hidup tak pernah mengerti
Angin...Dengar rintihanku
Bulan...Kurindu akan cahayamu
Mengapa........ Hanya cerita duka Yang setia menemaniku
Ingin kurasakan kasih sayang
Tapi, pada siapa kumeminta
Ingin rasanya hidupku diperhatikan
Tapi, siapa yang sudih...! Tuhan, Kaulah.....! Satu satunya
Yang tahu dan mengerti
Tentang semua deritaku
Tuesday, January 26, 2010
Kau yang selama ini kucari
Oh...Dewiku
Ingin kusaksikan disini
Dibalik dinding ini
Ada yang ingin kutanyakan
Kepada bulan...
Saat kuintip diselah bilik kamar
Agar aku menoleh kesemua arah
Kau datang laksana angin
Kau raih aku tanpa menyentuh
Oh...Dewiku
Sesaat melamun
Engkau siang dan malamku
Kau ubah dimasa silamku
Yang tak dapat kuterima kenyataan
Keheningan
Dalam keheningan yang senantiasa memburu
Sepi selalu membuai membelai hidupku
Membelenggu hari hariku
Dan aku tenggelam bagai tak tahu arah hidup..
Pada perasaan yang mencekam jiwa
Duka itu tetap membayang
Bagai bayangan hidup
Yang tak pernah sirna
Monday, January 25, 2010
Nafsu insani
Bagai air mengalir
Nafsu datang melanda
Dalam diri setiap insani
Nafsu akan kenikmatan
Nafsu akan buaian
Merasuk dalam keserakahan
Sehingga terbentuk sifat kemunafikan
Sunday, January 24, 2010
Cuma cumbu khatulistiwa
Cipta seni kau jajaki
Harapan sedang berjalan dalam perjuangan
Observasi harus beriring dengan waktu
Langkah demi langkah sedang merintis
Induk keberhasilan ada pada kegagalan
Laluilah semua ini demi cita citamu
Saturday, January 23, 2010
Kebimbangan hati
Corat coret yang tak bermakna
Jiwa datang menggugah hati
Bathin melayang mencari puas
Dan pikiran bagai penuh dosa
Karena darah terus mengalir
Sebab kepuasan sedang menggali
Sebuah identitas..
Cuma khayalku
Dalam khayalku selalu bersamamu
Berjalan berdua tak menentu
Aku terbuai dalam cinta
Pesonamu merasuk kalbuku
Membuat mulutku menjadi bisu
Tatapanmu mengguncang hatiku
Semua itu hanyalah khayalku, bersamamu
Dalam rasa cinta yang membara
Tak kuasa kumenahan semua ini
Gejolak hatiku kian bergelora
Padamu.....
Thursday, January 21, 2010
Kau telah tiada | Puisi buat Novi
Ketika kau melintas didepanku
Ketika itu aku terpesona pandangan pertama
Sorot matamu yang sendu
Mampu menerobos kalbuku yang paling dalam
Jiwaku bergetar...! Pikiranku melayang jauh
Memimpikan kau ada disampingku
Ketika kita sudah saling kenal
Aku begitu suka padamu
Kau gadis lugu
Senyummu menyejukan hatiku
Menentramkan jiwaku
Namun,.....Ketika aku mendengar berita tentangmu
Aku terpaku
Pandanganku seketika kosong
Anganku hilang...Lenyap berganti duka yang dalam
Kau telah pergi
Pergi menghadap Illaahi Robbi
Kini, Aku hanya dapat berdoa dan mengenang
Selamat jalan Novi...!!!
Puisi ini diangkat dari kisah nyata ,aku tulis untuk mengenang Novi...!












